Nama : Muhammad Nur Alfin
Nim : 247055004
Tugas Penilaian Ekosistem Hutan
Judul penelitian : Penilaian Potensi Wisata Alam Bumi Perkemahan Ipukan Kabupaten Kuningan
Nama penulis : ROBBI TRI NUGRAHA
Nama jurnal : FTSP Series : Seminar Nasional dan Diseminasi Tugas Akhir 2021
1. PENDAHULUAN
Pariwisata adalah salah satu industri
terbesar dan perkembangannya yang konsisten dari tahun ke tahun, hal ini
dikarenakan terdapat salah satu penunjang yaitu globalisasi, sehingga
pertumbuhan industri pariwisata menjadi salah satu sektor penghubung antar
bidang, antar negara hingga antar individu. Menurut Yoeti (dalam Isa Wahyudi,
2017) pariwisata memiliki tiga syarat agar dapat dijadikan perjalanan
beriwisata jika: (1) kegiatan perjalanan yang dilakukan dari suatu tempat ke
tempat yang lainnya (2) tujuan suatu perjalanan apabila dilakukan untuk
rekreasi dan bukan sebagai dijadikan tempat untuk mendapatkan keuntungan (3)
sebagai bentuk pengunjung atau konsumen di tempat yang dikunjungi. Dapat
disimpulkan bahwa pariwisata dari sudut pandang pengunjung adalah tempat untuk
berekreasi, melepas penat dan sebagai tempat hiburan untuk individu atau
kelompok dengan syarat tidak dijadikan tempat untuk mencari keuntungan.
Undangundang No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan telah mendifinisikan
bahwa pariwisata adalah kegiatan rekreasi yang didukung oleh sarana
infrastruktur pemeliharaan dan pelayanannya yang disediakan oleh pelaku
pariwisata baik itu masyarakat, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan
yang terlibat di dalamnya.
Agar
terjaganya potensi dari
suatu destinasi, baik
itu dari sisi
daya tarik, aksesbilitas,
fasilitas, pengelola, pengunjung, ekonomi lokal maupun menjaga potensi
alam dari destinasi pariwisata itu sendiri perlu adanya konsep pengembangan yang
dapat diterapkan terhadap destinasi wisata itu sendiri, salah satunya yaitu
ekowisata. Dalam penerapan konsep ekowisata, perlu adanya langkah awal untuk
mengetahui potensi kondisi dan eksisting suatu
kawan dengan mengidentifikasi potensiObyek Daya
Tarik Wisata Alam
(ODTWA). Kosmaryandi dan Avenzora
(dalam Siam Romani, 2006)
berpendapat bahwa pengembangan potensi ODTWA dalam kegiatan wisata alam
sebisa mungkin harus
dikelola secara bijak
dan bertanggung jawab
serta benar-benar memperhatikan kelestarian
yang bersifat konservatif.
Kabupaten Kuningan yang terkenal akan
berbagai destinasi wisatanya baik itu wisata alam, wisata budaya dan
sejarah. Terdapat berbagai
macam wisata alam
dataran tinggi yang
berlokasi di kawasan Taman
Nasional Gunung Ciremai
(TNGC) Kab. Kuningan,
Salah satunya yaitu
Bumi Perkemahan Ipukan yang berlokasi di Dusun Palutungan, Desa
Cisantana, Kecamatan Cigugur. Buper Ipukan memiliki berbagai daya tarik wisata
yang cukup lengkap seperti terdapatnya dua air terjun yang dinamakan “Curug Cisurian”
dan “Curug Cipayung”, perkemahan dan potensi sumber daya alam unggulan
diantaranya yaitu berbagai macam spesies tumbuhan yang memberi kesan sejuk, dan
berbagai jenis hewan liar hutan tropis.Dalam upaya mendukung pengembangannya,
Buper Ipukanharus mempunyai pengelolaan berdasarkan keterkaitan dari aspek
dasar pariwisata. Buper Ipukan belum
sepenuhnya merencanakan konsep
pengembangan ekowisata di
mana upaya-upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut masih
belum optimal. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya
pemanfaatan potensi obyek daya tarik wisata alam yang belum
optimal, masih menetapkannya kebijakan
masstourism dimana tidak ada
limitasi terhadap pengunjung terutama
pada hari raya
serta belum terdapatnya
edukasi kepada pengunjung yang
bertujuan menjaga kekayaan alam yang ada di sekitar Buper Ipukan. Sehingga
perlu dilakukan evaluasi atau penilaian terhadap potensi obyek wisata alamnya
untuk mengetahui sejauh mana
pengembangannya. Selain hal
tersebut, penilaian obyek wisata
alam juga bertujuan untuk
mengetahui kekurangan dari
obyek wisata dan
mengkaji lebih banyak potensi obyek
wisata alamnya yang
dapat diterapkan untuk
pengembangan di Buper
Ipukan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan analisis
penilaian wisata pada Wisata Alam Buper Ipukan. Data hasil nilai kelayakan
tersebut diperlukan sebagai upaya dasar pengembangan kawasan Wisata Alam Buper
Ipukan.Terkait dengan permasalahan yang berkaitan dengan kondisi dan potensi
wisata alam Bumi Perkemahan Ipukanyang telah dipaparkan, kemudian dapat ditarik
pertanyaan penelitian yang perlu dipecahkan dalam penelitian ini yaitu, “Apa
saja potensi wisata alam yang layak sebagai acuan pengembangan wisata alam di
Bumi Perkemahan Ipukan?”.
2. METODE PENELITIAN
2.1
Jenis Penelitian
Jenis penelitian
yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jenis
penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk
menggambarkan secara lengkap mengenai peristiwa faktual. Menurut Sukmadinata
(2006) penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk
mendeskripsikan peristiwa atau fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun
fenomena buatan manusia. Fenomena tersebut bisa berupa bentuk, aktivitas,
karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaan antara fenomena yang
satu dengan fenomena lainnya. Punaji (2010) Penelitian deskriptif
adalah metode riset
yang memiliki tujuan untuk menjelaskan secara spesifik peristiwa sosial
dan alam.
2.2 Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan
data dalam penelitian
ini menggunakan Survey
primeryang dilakukan dengan observasi dan wawancara kuesioner. Observasi
berupa pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati secara langsung
potensi yang terdapat pada lokasi studi potensi tersebut
berupa daya tarik wisata, aksesibilitas, akomodasi, fasilitas penunjang dan
ketersediaan air bersih di Bumi Perkemahan Ipukan. Sedangkan, untuk wawancara
kuesioner berupa bentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis terkait variabel - variabel
penelitianyang ditujukan kepada responden terkait. Metode pengambilan sampel yang akan digunakan
untukkeperluan jumlah responden dalam penelitian adalah purposive sampling, dimana
pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan kriteria masyarakat yang
pernah mengunjungi kawasan Bumi Perkemahan Ipukandengan umur lebih dari 18
tahun dan telah memahami literasi tentang pariwisata alam.
2.4 Metode analisis
Metode analisis
dilakukan setelah data
terkumpul, di mana
kegiatannya terdiri atas mengelompokkan data
berdasarkan variabel, menilai
setiap variabel yang
telah teridentifikasi,
menyajikan data, dan
melakukan pertimbangan berdasarkan
data tersaji.Identifikasi data mengenai
potensi sumber daya
alam dan lingkungan
diolah dengan menggunakan
Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam
(ADO-ODTWA) Direktorat Jenderal PHKA (2003) yang telah dimodifikasi sesuai
dengan nilai/skor yang telah ditentukan untuk masing-masing kriteria (Romani,
2006). Jumlah nilai untuk satu kriteria penilaian ODTWA dapat dihitung dengan persamaan
sebagai berikut:
Masing-masing
kriteria tersebut dalam penilaiannya terdiri atas unsur dan sub unsur yang
berkaitan. Nilai masing-masing unsur dipilih dari salah satu angka yang
terdapat pada tabel kriteria penilaian ODTWA sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing
lokasi. Daya tarik merupakan modal utama yang memungkinkan datangnya
pengunjung untuk itu
bobot kriteria daya tarik diberi
angka tertinggi yaitu 6. Penilaian aksesibilitas diberi bobot 5 karena
aksesibilitas merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung potensi
pasar. Kondisi lingkungan social ekonomi dinilai dalam radius 5 km dari batas
intensive use atau jarak terdekat dengan obyek. Kriteria penilaian kondisi
lingkungan sosial ekonomi diberi bobot 5 karena kriteria ini juga sangat
penting dalam mendukung potensi pasar. Penilaian kriteria akomodasi diberi
bobot 3. Penilaian kriteria sarana-prasarana penunjang diberi bobot 3, karena
sifatnya sebagai penunjang. Air bersih merupakan faktor yang harus tersedia
dalam pengembangan suatu obyek baik untuk pengelolaan maupun pelayanan. Bobot
yang diberikan untuk kriteria ketersediaan air bersih adalah 6. Hasil penilaian
seluruh kriteria obyek dan daya tarik wisata alam tersebut digunakan untuk
melihat dan menentukan elemen prioritas yang dapat mendukung penerapan konsep
pengembangan wisata alamdi Buper Ipukan. Hasil penilaian
terhadap unsur dan sub unsur tiap-tiap kriteria ODTWA di kawasan Buper Ipukan kemudian
diklasifikasikan tingkat
kelayakannya untuk pengembangan
ekowisatamenjadi 3 klasifikasi.
3. PENILAIAN POTENSI WISATA ALAM BUPER
IPUKAN
Daya Tarik merupakan unsur utama yang
membuat orang berkeinginan untuk mengunjungi dan menikmati secara
langsung ke destinasi
wisata yang dituju.
Pengkajian unsur-unsur daya
tarik bertujuan untuk mengetahui
bentuk kegiatan yang
sesuai dengan daya
tariknya. Unsur - unsur yang dikaji
dalam kriteria daya
tarik yaitu keunikan,
kepekaan, variasi kegiatan,
macam jenis sumberdaya alam,
kebersihan destinasi, keamanan dan kenyaman. Hasil penilaian terhadap daya
tarik yang dimiliki Buper Ipukan menunjukan bahwa potensi yang ada layak untuk
dikembangkan. unsur yang memiliki
nilai tertinggi adalah
Variasi kegiatan, kebersihan
lokasi, keamanan dan kenyaman
dengan masing-masing nilai
30. Sedangkan pada
unsur Keunikan, kepekaan
dan macam jenis sumberdaya alam memiliki nilai 20 yang artinya memiliki
nilai lebih rendah dari unsur-unsur yang lainnya. Aksesibilitas merupakan salah
satu unsur penting yang dapat mengetahui mudah tidaknya tujuan untuk dijangkau
serta merupakan syarat
yang sangat diperlukan
untuk sebuah obyek
wisata. Tanpa dihubungkan dengan
dengan jaringan jalan,
obyek tersebut mendapatkan
dampak dari kedatangan
pengunjung. Akses menuju Buper Ipukan dapat dicapai melalui jalan darat dengan
kondisi yang cukup baik, karena kondisi jalan kabupaten dengan perkerasan aspal
dan lebar lebih dari 3 - meter memberikan kemudahan terhadap wisatawan yang
ingin mengunjungi Buper Ipukan. Jarak
Buper Ipukan dari
ibukota kabupaten yaitu
10 km yang
dapat ditempuh oleh
kendaraan roda dua/empat selama
20 menit sedangkan
dari ibu kota provinsi (Bandung)
berjarak 246 km dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.
Akomodasi merupakan salah satu faktor
yang diperlukan dalam kegiatan wisata untuk membantu pengunjung ketika ingin
menginap di kawasan obyek wisata. Faktor akomodasi menjadi sangat penting dan
menjadi bahan pertimbangan bagi para pengunjung non-domestik ataupun luar
kota.skor total yang diperoleh sebesar 180 dengan rincian jumlah penginapan
lebih dari 10-unit dan lebih dari 100 kamar. Hal ini dikarenakan dari radius
15km dari Buper Ipukan terdapat banyak penginapan berupa wisma, villa maupun
hotel karena jarak Buper Ipukan dari pusat kota cukup dekat dengan
jarak 10km. Selain
itu, Buper Ipukan
juga menyediakan areal
camping untuk pemasangan tenda
serta starcampatau kegiatan kemah yang tendanya sudah disediakan secara
permanen.
4. KESIMPULAN
Hasil analisis penelitian berdasarkan
penilaian obyek daya tarik wisata alam (ODTWA) kawasan wisata alam Bumi
Perkemahan Ipukan Kabupaten Kuningan memperoleh nilai indeks kelayakan sebesar
89,40% yang dapat disimpulkan bahwa Buper Ipukan memiliki kondisi yang layak
untuk dikembangkan lebih lanjut, dengan rinciandaya tarik wisata alam
mendapatkan skor 1080 dengan indeks
85,71% yang artinya
kriteria daya tarik
(attraction) memiliki kondisi
layak untuk dikembangkan. Potensi
yang disajikan berupa keanekaragaman flora dan fauna yang salah satu
unggulannya adalah katak
merah dan lutung.
Selain flora fauna,
keindahan alam serta
variasi kegiatan menjadi potensi
unggulan Buper Ipukan. Pada
kriteria aksesibilitas Buper
Ipukan mendapatkan skor 1100 dengan indeks 84,62% yang artinya kriteria
aksesibilitas (accessibility) memiliki kondisi yang layak sebagai salah satu
faktor pendukung adanya perjalanan menuju obyek wisata alam. Namun, pada persepsi pengunjung terdapat
beberapa harapan yang mengharapkan jalan menuju Buper Ipukan diperbaiki karena
terdapat kondisi jalan dari pos tiket menuju area parkir buruk. Namun, hal ini
tidak menjadi salah satu masalah besar karena bagian jalan tersebut termasuk
dalam kawasan TNGC, dimana pengelola harus bisa minimalisirjenis perkerasan
beton maupun semendan pada
kriteria amenitas (amenities)
Buper Ipukan mendapatkan
masing-masing skor akomodasi
sebesar 180 dengan
indeks 100%, sarana
dan prasarana penunjang sebesar 240 dengan indeks 80% dan
ketersediaan air bersih sebesar 870 dengan indeks 96,67% yang artinya kriteria
amenitas memiliki kondisi yang layak.
TINJAUAN KRITIS
1. Tujuan dan Relevansi Penelitian
- Pertanyaan Penting: Apakah tujuan penelitian dijelaskan dengan jelas dan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh Bumi Perkemahan Ipukan? Penelitian ini seharusnya bertujuan untuk mengeksplorasi potensi wisata alam di lokasi tersebut untuk pengembangan yang lebih baik.
- Relevansi: Penelitian ini akan relevan jika berkaitan dengan kebijakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Kuningan, serta bagaimana potensi alam dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi lokal dan pelestarian alam.
2. Metodologi Penelitian
- Pertanyaan Penting: Apakah metodologi yang digunakan tepat dan dapat diandalkan? Misalnya, apakah data yang dikumpulkan objektif dan mencakup aspek yang beragam dalam penilaian potensi wisata alam, seperti aspek alam, sosial, budaya, dan ekonomi?
- Keterbatasan Metodologi: Jika menggunakan pendekatan kualitatif, apakah wawancara atau observasi dilakukan dengan cara yang representatif? Jika menggunakan pendekatan kuantitatif, apakah instrumen yang digunakan valid dan reliabel?
3. Analisis dan Hasil Penelitian
- Kualitas Analisis: Apakah hasil yang diperoleh memberikan gambaran yang jelas mengenai potensi wisata di Bumi Perkemahan Ipukan? Apakah analisis didukung oleh data yang kuat dan mendalam?
- Keterbatasan Hasil: Ada kemungkinan faktor-faktor eksternal yang tidak dianalisis dalam penelitian ini, seperti perubahan iklim, pembangunan infrastruktur, atau faktor sosial yang bisa mempengaruhi keberlanjutan wisata alam.
4. Kontribusi terhadap Pengembangan Pariwisata Lokal
- Pengembangan: Apakah penelitian ini memberikan rekomendasi yang berguna untuk pengelolaan dan pengembangan wisata? Contohnya, apakah ada saran tentang promosi, pengelolaan sumber daya alam, atau pemberdayaan masyarakat lokal?
- Keberlanjutan: Apakah penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan? Misalnya, bagaimana menjaga keseimbangan antara pengembangan dan pelestarian alam?
5. Keterbatasan dan Saran untuk Penelitian Selanjutnya
- Keterbatasan: Setiap penelitian pasti memiliki keterbatasan. Penelitian ini perlu mengidentifikasi apakah ada aspek penting yang terlewat atau apakah metodologi yang digunakan memiliki kekurangan.
- Saran Penelitian Lanjutan: Apakah penelitian ini memberikan arah untuk riset selanjutnya? Misalnya, apakah ada kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut tentang dampak wisata terhadap lingkungan atau keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata?
6. Konsistensi dengan Literatur Terkait
- Perbandingan dengan Literatur: Apakah jurnal ini membandingkan temuan-temuannya dengan penelitian lain yang relevan tentang wisata alam di daerah lain atau di Kabupaten Kuningan? Perbandingan dengan penelitian sebelumnya bisa memperdalam analisis.
7. Aspek Sosial dan Ekonomi
- Pemberdayaan Masyarakat: Apakah penelitian ini mencakup aspek sosial seperti pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi, dan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam?
- Dampak Ekonomi: Apakah penelitian ini menganalisis dampak pengembangan wisata terhadap perekonomian lokal, seperti pendapatan, lapangan kerja, dan infrastruktur?
Kesimpulan Tinjauan Kritis:
Secara keseluruhan, jurnal ini memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Kuningan, khususnya di Bumi Perkemahan Ipukan. Namun, agar penelitian ini lebih berkualitas dan berdampak, metodologi yang digunakan harus lebih komprehensif dan analisisnya lebih mendalam terkait dampak sosial-ekonomi dan lingkungan. Rekomendasi yang diberikan juga perlu lebih berfokus pada keberlanjutan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan wisata.



